Peninjauan Menteri Luar Negeri Jepang Ke Irak untuk Mengecek GSDF

Peninjauan Menteri Luar Negeri Jepang Ke Irak untuk Mengecek GSDF

Peninjauan Menteri Luar Negeri Jepang Ke Irak untuk Mengecek GSDF – ASDF pada awalnya didirikan hanya untuk mendukung gerakan dari GSDF yang ada di Samawa. Ternyata, ASDF ini pada tahun-tahun berikutnya malah digunakan untuk mengangkut orang-orang Amerika Serikat secara diam-diaman. Pada akhirnya, GSDF ini berhenti karena ditarik dari misinya maka dari itu menyebabkan sebuah diskusi yang serius dimana ada kerjaan tambahan mengenai transportasi untuk Irak dan dilakukan oleh PBB juga. Maka dari itu, meletuslah pada 30 Agustus 2006 dimana PBB ini melakukan sebuah penanda tanganan untuk perjanjian formal dengan pemerintahan Jepang. Dimana, perjanjian tersebut memiliki tujuan untuk meluaskan sebuah jangkauan penerbangan dari Bagdhad menuju Arbil, Irak bagian utara. Maka dari itu, dari sudut pandang sebenarnya ASDF ini merupakan salah satu kunci utama untuk kebijakan pemerintah Jepang di wilayah Irak.

Membahas mengenai ASDF, ada hal yang lebih ditakutkan lagi yaitu MSDF (Maritime Self-Defense Forces) di dalam pengoprasian perang Irak. Pada saat itu, basis dari MSDF ini ada di wilayah Samudra Hindia untuk melakukan keseluruhan kegiatan. Selain itu, keterbatasan untuk operasi perang ini terlihat jelas maka dari itu adanya dukungan dari PBB Afghanistan ini sangatlah membantu. Pada tahun 2007, adanya tuduhan untuk Jepang bahwasannya mereka melakukan operasi dari MSDF ini merupakan salah satu bentuk dukungan untuk AS yang berada di Irak tetapi hal tersebut masihlah tuduhan jika memang benar dilakukan maka hal tersebut sudah menyalahi undang-undang penyebaran Jepang.

Membahas mengenai ASDF dan juga MSDF ini, sebenarnya kehadiran keduanya ini mampu untuk memenuhi segala hal mengenai AS yang memang adanya kehadiran dari Jepang di Irak. Mengenai hal ini, sebenarnya hubungan bilateral dari negara Jepang dan Irak perlu lagi menjadi sebuah renungan tersendiri. Sebelum hal itu terjadi, sebenarnya pada 3 Agustus 2006 GSDF telah ditarik dan keluar dari Irak menyebabkan menteri luar negeri Jepang muncul di Irak yang tidak diumumkan secara publik. Hal ini mereka tunjukkan untuk menunjukkan sebuah komitmen yang baik terhadap Irak. Maksud dari kedatangan Jepang terhadap Irak pada saat itu ingin menyatakan perluasan terhadap jangkauan dari Jepang dan Irak di masa yang akan datang menuju tahapan yang baru setelah adanya penarikan GSDF. Selain itu, Jepang bermaksud untuk memperkuatkan politik dan perekonomian hubungan bilateral. Semua ini terjadi keterkaitan dari negara Jepang yang ingin mempertahankan kerja sama antara agen judi online di bidang perjudian dan perminyakan dengan Irak. Mengapa dalam bidang perminyakan? Karena, hal ini merupakan salah satu bentuk Jepang yang mendukung kebijakan dari AS.

Setelah mengetahui segala hal mengenai Jepang dan Irak, dimana ada ASDF, GSDF, dan MSDF yang Jepang dirikan dan memang berada di wilayah Irak. Semua hal tersebut memang berkaitan satu sama lain dimana Jepang mendukung kebijakan dari AS dan berusaha mempertahankan hubungan bilateral dengan Irak.

Kebijakan Kemitraan Strategis Masa Lalu di Antara Jepang dan Irak
Blog Hubungi Kami Media

Kebijakan Kemitraan Strategis Masa Lalu di Antara Jepang dan Irak

Kebijakan Kemitraan Strategis Masa Lalu di Antara Jepang dan Irak – Jepang dan Irak memang sudah terkenal dikarenakan kedua negara tersebut melakukan hubungan bilateral. Kemitraan yang strategis dari kedua negara ini, apakah perlu untuk dipertanyakan lagi? apakah semua kebijakan dari kedua negara ini akan berjalan secara siginifikan? Pada dasarnya yang utama, kemitraan strategis yang dibuat oleh Jepang dan Irak ini tidak mewakili sebuah terobosan yang signifikan dari adanya sebuah kebijakan yang dibuat Jepang yang telah diupayakan sejak adanya invasi dari AS dan koalisi di Irak di bulan Maret tahun 2003. Hal ini lebih mengarah pada sifat retoris daripada substantif. Namun, hal itu memang memiliki beberapa implikasi yang mampu menarik sekitarnya.

Pada awalnya, kunci utama untuk dapat paham mengenai kemitraan strategis bahasa ini pernah muncul di waktu kebijakan oleh militer Administrasi Bush di wilayah Irak. Bulan-bulan berikutnya ada pemilihan umum oleh AS di bulan November tahun 2006, menyebabkan perhatian dari global bergeser ke arah Kongres Demokrat baru dan Laporan bipartisan Baker-Hamilton. Di bulan berikutnya, mulai tampak sebuah kebijakan dari AS dimana pergerakannya menuju ke dalam penarikan bertahap untuk Irak. Di tahun 2007, Pemerintahan Bush ini mampu untuk meraih sebuah inisiatif, memecahkan segala oposisi pihak demokrat, dan mampu untuk memberikan kebijakan baru. Hal ini menyebabkan Jepang yang telah terkait dengan kebijakan luar negeri AS, menyambut mereka dengan penuh semangat akan adanya kebijakan militer AS di wilayah Irak.

Dalam hal ini, melihat adanya kemitraan strategis merupakan salah satu cara diplomatik Jepang untuk melengkapi A.S. di Irak.Implikasi utama yang lain dari adanya kemitraan strategis memberikan sebuah konsekuensi secara psikologis untuk pembuat kebijakan dari Jepang. Ketakutan akan kemarahan dari Aliansi AS-Jepang, mengingatkan pada prioritas untuk mendapat sebuah dukungan dari negara AS atas adanya tekanan untuk Jepang dari negara Korea Utara atas adanya perubahan sejak tahun 80-an, yang membuat sebuah keyakinan sebagian besar para pemimpin dari Jepang tidak memiliki sebuah pilihan tetapi untuk hal itu sepenuhnya untuk memberikan dukungan invasi untuk AS di Maret tahun 2003. Ketika adanya gerakan pemberontakan di negara Irak karena adanya perusahaan agen bola terpercaya yang meningkat drastis di 2003 dan 2004, pembuat kebijakan dari Jepang ini mampu menemukan jati diri Irak.

Bahkan adanya, organisasi GSDF di Samawa ini semua sibuk untuk bersembunyi dan menghindari korban yang bisa saja membuat malu pemerintah mengenai opini publik negara Jepang yang tidak menyetujui. Jepang sendiri tidak ada hubungan mengenai adanya sebuah tragedi di Irak, mengingat mereka bagian dari aliansi sekutu AS. Mengingat ini, kemitraan strategis ini memberikan para pembuat kebijakan Jepang yang merupakan pemegang kendali dan harus menerima konsekuensi. Kerja penyelamatan tragedi Irak ini hanya mempermalukan diri mereka.

Jepang dan Irak Ada Hubungan Bilateral, Tentu Menciptakan Proyek Besar
Blog Duta Besar Hubungi Kami

Jepang dan Irak Ada Hubungan Bilateral, Tentu Menciptakan Proyek Besar

Jepang dan Irak Ada Hubungan Bilateral, Tentu Menciptakan Proyek Besar – Hubungan bilateral antar negara tidak dapat lagi untuk dihindari, salah satu negara yang melakukan hubungan bilateral dalam jangka waktu yang cukup lama adalah negara Jepang dan Irak. Negara Jepang dan Irak ini telah menjalin hubungan bilateral 80 tahun lamanya untuk melengkapi kebutuhan satu sama lain. Membahas mengenai hal ini, banyak sekali proyek-proyek yang dijalankan oleh Jepang terhadap Irak.

Membahas hubungan dari Jepang dan Irak yang banyak memiliki proyek kerja sama, pada 7 April 2019 kedua negara ini melakukan penyelesaian proyek besar-besaran lagi hingga perlu adanya bantuan tangan dari UNOPS. Ada beberapa proyek besar Jepang bersama irak adalah pembangunan dari “Improving the Operational Capacity of Demining Authorities.ö Proyek yang satu ini pendanaannya juga berasal dari negara Jepang dan semua hal ini juga ada dukungan dari PBB untuk melayani kerja sama Jepang dengan pemerintahan Irak. Dukungan PBB ini organisasi bernama UNOPS (United Nations Office for Projects Service). Tujuan dari adanya proyek ini adalah memberikan dukungan untuk efisiensi terhadap segala pemprosesan untuk menghapus ranjau, dari proyek ini Jepang harus merogoh uang yang tidak sedikit untuk membantu dukungan sarana dan biaya yang dikeluarkan Jepang sebesar USD 3,2 Juta. Pada saat yang sama ketika dukungan saran sudah dipersiapkan para anggota dari DMA, MOI, dan IKMAA langsung mendapatkan sebuah pelatihan yang khusus. Tentunya hal seperti ini bisa meningkatkan kualitas kemampuan dari DMA, MOI, dan IKMAA.

Membahas mengenai bantuan sarana dan pelatihan terhadap DMA, MOI, dan IKMAA. Apa saja yang dilatih kepada DMA, MOI, dan IKMAA? Yang dilatih di sana adalah cara untuk melakukan sebuah penghapusan ranjau dan membangun kembali kehidupan normal untuk Irak. Selain itu, apa fungsi adanya campur tangan dari UNOPS? Adanya UNOPS ini bisa membantu pembangunan dari hubungan bilateral dari Jepang dan juga Irak. Selain itu, UNOPS sendiri membantu membangun perdamaian negara-negara dan juga masalah minoritas kemanusiaan. Begitulah singkat informasi mengenai, proyek-proyek besar antara Jepang dan Irak yang diakibatkan oleh adanya hubungan bilateral diantara keduanya.

Peringatan 80 Tahun Kedutaan Besar dari Jepang dan Irak
Blog Duta Besar Media

Peringatan 80 Tahun Kedutaan Besar dari Jepang dan Irak

Peringatan 80 Tahun Kedutaan Besar dari Jepang dan Irak – Jepang dan Irak merupakan negara yang mempunyai hubungan kerja sama satu sama lain. Sudah lama juga jika Jepang dan Irak ini masih bekerja sama dan itu dibuktikan dengan adanya acara untuk perguruan tinggi dengan tajuk mengenai Jepang dan Irak. Pada acara untuk perguruan tinggi yang bertempat di Hotel Al Rasheed, Jepang dan Irak ini berkolaborasi dengan JIME Center dan IEEJ, Tokyo, Jepang. Acara tersebut bertema “Japan – Irak Relations: Early days in 1930s and their expansion in 1970s – 80s”. Membahas hal sebelumnya, kedutaan dari Jepang mengundang pembicara-pembicara terkemuka dan pembicara tersebut terdapat 2 orang. Kedua pembicara ini diundang menggunakan Skype, pembicaranya yaitu Prof. Shuji Hosaka dan Ms. Akiko Yoshioka. Pembicara ini disuruh untuk membagikan cerita perkuliahan keduanya sebagai salah satu tanda atas 80 tahun lamanya hubungan kerja sama diantara Jepang dan juga Irak.

Pada kesempatan kali ini, Prof. Shuji ini menjelaskan bahwasannya ada tujuan dari Jepang yang memang sebelum ada perang ke-2 ini merencanakan sebuah komitmen mengenai bidang perdagangan, judi online, energi, dan juga politik tetapi hal itu harus dilakukan dengan kerja yang nyata. Situs judi bola Speedbet77 juga menjelaskan mengenai fakta-fakta yang tidak dapat diketahui mengenai adanya kedatangan dari Jepang dan khususnya juga di Irak. Sedangkan, Ms. Akiko menjelaskan bahwasannya hubungan dari Jepang dan juga Irak ini telah bekerja sama pada tahun 70-an serta 80-an dan memang pada saat itu Jepang lagi krisis minyak. Jadi, Jepang perlu memperkuat kerja sama dengan negara penghasil minyak yang ada di Timur Tengah agar Jepang bisa terjamin keberlangsungannya. Bahkan setelah penjelasan dari Prof. Shuji dan juga MS. Akiko ini kedutaan besar dari Jepang berbicara bahwasannya semoga untuk ke depannya hubungan kerja sama bilateral antara Jepang dan Irak akan menjadi hubungan yang begitu kuat.

Begitulah singkat informasi mengenai acara yang dibuat oleh kedutaan besar antara Jepang dan Irak, bahkan para audiens yang hadir ikut membahas dan mempertanyakan mengenai hubungan bilateral.

Kisah Akhir dari Jepang pada Saat Akan Menjalin Hubungan Bilateral dengan Irak
Blog Duta Besar Media

Kisah Akhir dari Jepang pada Saat Akan Menjalin Hubungan Bilateral dengan Irak

Tokyo, Jepang memilih untuk setuju atas penempatan pasukan yang berskala besar sejak tahun 1945 ketika Washington memiliki kecemasan untuk meminta bantuan atas pemikulan beban pasca-Saddam. Jepang memilih untuk ambil langkah terbesarnya di setengah abad ketika parlemen menyetujui adanya pengiriman beberapa pasukan untuk mendukung AS di wilayah Irak. Perdana menteri, Junichiro Koizumi, mematahkan sebuah oposisi dan mosi atas ketidak percayaan diri dan memastikan untuk adanya pemberlakuan undang-undang, yang mampu untuk membuka peluang bagi penyebaran militer terbesar di negara itu sejak perang dunia kedua. Sebenarnya, negara Jepang belum pernah sama sekali mengirimkan pasukannya ke luar negeri tanpa adanya mandat PBB. Mengenai hal itu, sebenarnya tentara Jepang tidak ada yang mampu melayangkan tembakan senjata di tahun 1945 dan tidak ada pasukan Jepang yang terbunuh karena mereka sendiri dibatasi oleh kegiatan yang berbahaya.

Namun, di bawah kebijakan undang-undang yang baru dibuat, tentara Jepang akan dikirimkan ke dalam konflik. Menjadi penjaga perdamaian PBB yang tidak memihak siapapun pada saat gencatan senjata, tentara Jepang pasti gabung dengan para tentara pendudukan pimpinan AS yang mencoba untuk menyelesaikan perkara perang gerilya. Mr. Koizumi memiliki pernyataan bahwa Jepang akan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan non-tempur di daerah aman. Walaupun begitu, Jepang cenderung terlihat berbeda saat bersama di Irak, di mana tidak ada daerah yang bebas dari risiko.

Kisah Akhir dari Jepang pada Saat Akan Menjalin Hubungan Bilateral dengan Irak

Perlu kamu ketahui, Jepang secara teoritis ini menolak adanya kekuatan untuk penyelesaian adanya perselisihan internasional.Namun, Mr Koizumi dan para pendahulunya telah mengikis pentingnya dokumen agar SDF bisa berfungsi menjadi sekutu yang lebih aktif ke AS. Mr. Koizumi ini menghadapi pemilu sebagai pemimpin partai Demokrat Liberal yang berkuasa. Sampai saat itu, ia tidak mungkin mengambil risiko pertumpahan darah.

Seperti yang telah ditujukkan pada posisi kemarin di majelis tinggi, para politisi yang lain bersiap untuk pemilihan umum di musim gugur dimana adanya konflik di wilayah Irak agar menjadi pusat perhatian. Perlu kamu ketahui, ada dua partai oposisi utama Jepang – Demokrat dan Liberal untuk bergabung sehingga mereka dapat menantang LDP Koizumi, yang telah memegang penuh kekuasaan untuk semuanya. Dua partai oposisi ini bisa melakukannya dengan serangkaian gerakan kecaman yang bisa saja dilancarkan kapanpun dan dimanapun.

Begitulah singkat informasi mengenai akhir cerita ketika Jepang akan memasuki Irak. Maksudnya, di sini adalah kisah-kisah akhir dari Jepang yang akan melakukan hubungan bilateral dengan negara Irak untuk memberikan keuntungan satu sama lain bagi negara mereka. Bahkan, pada tahun 2019 ini mereka melakukan peringatan yang ke 80 tahun sebagai bukti adanya hubungan bilateral. Dimana, mereka mengadakan acara yang bisa bermanfaat untuk mahasiswa Irak.

Kunjungan Penasihat Perdana Menteri Jepang, Mr. Kentaro Sonoura ke Irak
Blog Duta Besar Media

Kunjungan Penasihat Perdana Menteri Jepang, Mr. Kentaro Sonoura ke Irak

Kerjasama antara dua negara mutlak dilakukan untuk kemajuan suatu negara dalam berbagai bidang. Dengan adanya kerjasama dan hubungan bilingual yang baik akna tercipta kerjasama dalam berbagai sektor kehidupan yang dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan suatu bangsa. Hal ini juga terlihat antara Jepang dan Irak, dimana kedua negara ini sudah menjalin kerjasama dan persahabatan dalam waktu selama 80 tahun.

Pertemuan Dengan Para Petinggi Republik Irak
Untuk mempererat persaudaraan antara Jepang dan Irak, Mr. Kentaro Sonoura selaku Penasihat Perdana Menteri Jepang melakukan kunjungan ke Baghdad, Republik Irak. Selama melakukan kunjungan tersebut, Mr. Mr. Kentaro Sonoura melakukan beberapa pertemuan penting dengan beberapa petinggi di Irak. Hal ini wajib dilakukan mengingat kedua negara sudah melakukan bekerjasama selama kurang lebih 80 tahun.

Selama di Baghdad, Mr. Kentaro Sonoura mengadakan pertemuan dengan Presiden Republik Irak, Perdana Menteri Republik Irak, Menteri Luar Negeri Republik Irak dan mantan Perdana Menteri Republik Irak. Pertemuan dilakukan pada tanggal 16 Desember 2018.

Dalam pertemuan dengan beberapa petinggi Republik Irak, Mr. Kentaro Sonoura menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Republik Irak terpilih, Barham Salih, yang baru saja menjabat selama kurang lebih 5 bulan ini sebagai kepala negara Republik Irak yang baru. Sebagaimana diketahui Barham Salih menggantikan presiden Irak terdahulu, Fuad Masum yang secara resmi berhenti menjabat sebagai kepala negara pada 3 Oktober 2018.

Hasil Pertemuan dan Pesan Yang Disampaikan
Dalam pertemuan kenegaraan tersebut Mr. Kentaro Sonoura menyampaikan ucapan selamat sebagai perwakilan dari Perdana Menteri Jepang, Mr. Shinzo Abe.atas terpilihnya presiden yang baru. Sleain itu ucapan selamat juga secara pribadi disampaikan Mr. Kentaro Sonoura di depan para petinggi Republik Irak yang hadir dalam pertemuan itu. Jepang jmenyambut baik pembentukan pemerintahan dan kabinet yang baru.

Penasihat Perdana Menteri ini juga mengucapkan selamat atas terbentuknya pemerintahan Republik Irak yang baru dan menyampaikan harapan yang terbaik untuk kemajuan Irak. Sebagaimana diketahui kondisi keamanan dan perekonomian negara ini sempat mengalami kemunduran karena perang yang terjadi.

Pembangunan infrastuktur dan ekonomi sedang dilakukan di segala aspek untuk kesejahteraan masyarakat Irak. Secara langsung, dia juga menyebutkan bahwa Jepang akan mendukung segala usaha Irak untuk membenahi dan membangun kembali negara tersebut.

Selain hal tersebut, dalam kesempatan ini, Mr. Kentaro Sonoura juga menyampaikan tentang kerjasama pengurangan pemakaian senjata. Hal ini mengacu pada pertemuan pejabar senior untuk mendukung penciptaan lapangan pekerjaan dan pelatihan kejuruan untul memfasilitasi pengurangan senjata di Irak. Pertemuan mengenai hal ini tejadi di Tokyo, Jepang pada bulan April 2018. Sesuai dengan pertemuan tersebut, pihak Jepang akan membantu membantu mempromosikan pengurangan pengunaan senjata bagi masyarakat dan membantu pembangunan perekonomian di Irak.

Pada kunjungan Penasihat Perdana Menteri Jepang, Mr. Kentaro Sonoura ke Baghdad pada Desember 2018, penasihat perdana menteri Jepang itu menyampaikan ucapan selamat kepada presiden Republik Irak terpilih dan pemerintahan yang baru saja dibentuk. Pemerintah Jepang akan membantu pembangunan perekonomian dan mempromosikan pengurangan penggunaan senjata bagi masyarakat Irak. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam kerjasama antara Jepang dan Irak yang sudah berlangsung kurang lebih selama 80 tahun.

Informasi Terkini Seputar Hubungan Jepang dan Irak
Blog Duta Besar Hubungi Kami Media

Informasi Terkini Seputar Hubungan Jepang dan Irak

Jepang dan Irak telah menjalin kerjasama selama kurang lebih 80 tahun. Ada banyak hal yang telah terjadi di Irak dalam beberapa tahun belakangan ini yang membuat negara ini mengalami kemunduran di berbagai sektor. Perlunya pembangunan ulang di wilayah yang terkena dampak perang adalah hal terpenting yang dipikirkan oleh pemerintah Irak. Lumpuhnya sarana dan prasarana membuat banyak masyarakat Irak menderita. Sebagian besar dari mereka kehilangan rumah, tidak mendapat listrik, minimnya air bersih dan banyak hal lain yan membuat hidup mereka kekurangan setiap hari. Jepang sebagai negara maju dan brkembang turut berempati dan menyampaikan sikap siap mendukung pemulihan infrasturktur dan perekonomian Irak.

– Kontribusi Jepang ke Irak
Jepang memberikan bantuan financial dan mengirimkan tenaga ahli mereka dalam rangka memebantu pemulihan kerusakan yang disebabkan peperangan dan membantu stabilitas Irak sejak tahun 2003. Jeoang telah memberikan bantuan uang sejumlah 8.9 juta Dollar Amerika untuk pembangunan di bidang listrik, air dan gas dengan total sebanyak 20 proyek terlaksana berkat bantuan dana tersebut.

Jepang juga memberikan pinjaman dalam bentuk mata uang yen kepada Irak untuk mendanai 28 proyek yang tersebar di seluruh wilayah Irak. Proyek pembangunan tersebut untuk wilayah Baghdad, Babil, Kurdistan, Muthanna, Basrah dan beberapa wilayah di Irak. Adapun pinjaman tersebut digunakan untuk pembangunan proyek pembangunan jalan, penambahan pipa mata air, pemerataan listrik, irigasi, proyek kesehatan, dan lain- lain.

Bantuan Kemanusiaan Jepang ke Irak sejumalh 460 juta Dollar Amerika juga telah diberikan bagi para pengungsi korban peperangan di Irak. Bantuan kemanusiaan itu terbagi menjadi 11 periode dengan waktu pemberian bantuan yang berbeda. Bantuan yang meliputi pemberian tenda, kebutuhan sehari- hari, kesehatam, rumah sakit, sekolah dan lain sebagainya.

Pemerintah Jepang juga memberikan bantuan berupa pakaian musim dingin kepada para pengungi. Pakaian yang diberikan dari brand ternama Jepang, yang bermerk UNIQLO. Jepang juga membagikan 50 bola kepada para pengungsi dan anak yatim piatu untuk memberikan semangat kepada mereka.

Informasi Terkini Seputar Hubungan Jepang dan Irak– Peluncuran Logo Resmi Hubungan Diplomatik Jepang dan Irak yang ke 80 tahun
Hubungan kerjasama yang terjalin antara Jepang dan Irak telah terjalin selama 80 tahun. Logo yang terpilih sabagai logo resmi yang menandakan 80 tahun berjalannya hubungan diplomatik antar kedua negara adalah milik Nooruldeen Ali Saeed, seorang siswa asal Irak yang bersekolah di Jepang.

Logo tersebut berisi gambar pohon ceri dan sakura yang saling bersebelahan tetapi merupakan satu kesatuan pohon. Logo tersebut menggambarkan hubungan kerjasama antara Jepang dan Irak yang telah terjalin dengan baik selama 80 tahun. Nantinya logo tersebut akan digunakan pada bulan November 2019 dalam, peringatan kerjasama antara dua negara.

Hubungan Jepoang dan Irak dalam kurun weaktu 80 tahun telah menjadi bukti kerjasama yang baik antara dua negara. Jepang telah memberikan dukungannya kepada Irak melalui bantuan financial dan tenaga dalam membangun infrastuktur serta perekonomian negara tersebut. Dalam peringatan ke 80 tahun hubungan diplomatik Jepang dan Irak telah terpilih logo milik  sebagai logo resmi peringatan kerjasama kedua negara.

Upaya Jepang Dalam Membantu Pemulihan Infrastuktur di Mosul, Irak
Blog Media

Upaya Jepang Dalam Membantu Pemulihan Infrastuktur di Mosul, Irak

Upaya Jepang Dalam Membantu Pemulihan Infrastuktur di Mosul, Irak – Salah satu daerah yang terkena dampak paling parah selama timbulnya konflik di Irak adalah daerah Mosul, Irak. Mosul merupakan kota terbesar nomer tiga di Irak. Kota ini terletak di utara kota Baghdad. Pertempuran antara Irak dan ISIS dalam merebut kembali kota tersebut dari tangan ISIS telah menimbulkan banyak kehancuran dan kesengsaraan bagi masyarakat kota Mosul. Petempuran Mosul terjadi dalam kurun waktu 2 tahun yang dimenangkan oleh pihak Irak dengan didukung koalisi anti-ISIS. Akibat dari pertempuran tersebut adalah kehancuran kota yang besar. Banyak rumah dan kantor pelayanan masyarakat hancur akibat konflik perang tersebut. Diperlukan pemulihan infrastruktur secara menyeluruh untuk mengembalikan kejayaan kota Mosul.

Upaya Jepang

Jepang Danai Pemulihan Infrastruktur di Mosul
Dalam upayanya untuk merehabilitasi infrastuktur di Irak, Jepang membiayai pembangunan proyek yang dilakukan oleh Program Pemukiman Pemulihan Perkotaan Berbasis Masyarakat yang digawangi oleh PBB atau bisa disebut dengan UN-Habitat. Pembangunan kembali wilayah Zanjili di Mosul Barat manjadi titik awak proyek tersebut. Sebanyak 307 unit pemukiman siap pakai telah diserahkan ke pihak Irak untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat Mosul Barat yang telah kehilangan rumah mereka selama perang terjadi. Program penyerahan secara resmi dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2018.

Proyek tersebut Ikut Serta Melibatkan Masyarakat Sekitar
Dalam proyek pembangunan pemukiman tersebut, pihak pengelola melibatkan masyarakat Mosul dan para migran untuk ikut membantu membangun kota mereka yang hancur karena peperangan tahun 2017 silam. Hal ini bertujuan untuk memberikan pekerjaan yang dapat membantu mereka mendapatkan pemasukan untuk kebutuhan hidup. Para pekerja dan teknisi dari UN-Habitat dan saling bekerjasama sehingga memenuhi standar kualifikasi untuk pemukiman layak dan berkualitas untuk para warga Mosul.

Sekretaris Jenderal Dewan Menteri Irak, Mayor Jenderal dan Manajemen Krisis Sipil serta Gubernur Nineveh mengapresiasi program ini dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Jepang melalui UN-Habitat. Proyek ataupun program ini telah memberikan harapan dan semangat bagi masyarakat Mosul untuk bangkit dari keterpurukan.

Bantuan yang diberikan oleh Jepang melalui UN-Habitat ini adalah bantuan Internasional pertama di wilayah Mosul. Untuk kedepannya, diharapakan UN-Habitat dan Jepang dapat meluaskan kerjasama dalam pembangunan infrastuktur dan rumah murah bagi para rakyat Mosul yang pulang ke rumah mereka setelah dalam masa pelarian untuk menyelamatkan diri. Mereka memerlukan tempat tinggal untuk mengganti rumah mereka yang telah rusak terkena bom ataupun tembakan selama perang Mosul.

Dalam hal ini ucapan terimakasih dari kepala UN-Habitat disampaikan kepada pemerintah Jepang atas bantuannya dalam usaha pemulihan infrastuktur di Mosul yang rusak pasca perang. Dari data di lapangan, total telah berdiri 1600 unit pemukiman dari proses rehabilitasi dan pembangunan kembali rumah yang hancur akibat perang di Irak dan Mosul.

Program Beasiswa Jepang untuk Irak
Blog Duta Besar

Program Beasiswa Jepang untuk Irak

Pendidikan adalah salah satu hal terpenting yang harus didapatkan oleh semua individu. Akan tetapi, karena peperangan dan konflik yang terjadi di suatu negara, seringkali rakyatlah yang harus menanggung penderitaan karena konflik tersebut. Dalam upaya pembangunan kembali Irak di segala aspek kehidupan, pemerintah Jepang memberikan program beasiswa untuk pelajar Irak. Program beasiswa ini diharapkan dapat membantu Irak pulih dari keterpurukan dan menata kembali negaranya melalui para generasi mudanya.

Program MEXT

Program MEXT (Program Beasiswa Jepang)
MEXT adalah program beasiswa dari Pemerintah Jepang untuk para siswa ataupun pelajar yang ingin melanjutkan studi di jepang. Program beasiswa ini berasal dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang. Program ini lebih dikenal luas oleh masyarakat dengan sebutan MEXT atau Monbukagakusho. Melalui beasiswa ini, setiap siswa berhak mendapatkan biaya studi dan biaya hidup selama mereka bersekolah di Jepang. Program ini juga dikenal sebagai program beasiwa tanpa ikatan dinas, sehingga menguntungkan bagi para siswa nantinya.

Pada Program Beasiswa MEXT ini, siswa dapat mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan kualifikasi pendaftaran melalui website ataupun dengan mendatangi kedutaan besar Jepang di Irak. Program beasiswa ini terdiri dari beberapa tipe program beasiswa, antara lain Research Student (mahasiswa peneliti), Teacher Training Student (Program Pengajaran), Undergraduate Students (Jenjang S1), Japanese Studies Student (pendidikan bahsa Jepang), College of Technology Student ( studi teknik) dan Special Training College Studen ( sekolah keahlian khusus).

Para siswa yang akan mengikuti program beasiswa dari MEXT harus memenuhi kriteria atau rekomendasi dari kedutaan Jepang di Irak, atau rekomendasi dari Universitas di Jepang tempat dia akan bersekolah, ataupun diseleksi oleh Universitas di Jepang dimana siswa tersebut telah atau sedang mengikuti pendidikan di universitas itu.

Penjelasan Tipe Beasiswa MEXT
Tipe beasiswa pertama ari program beassiwa Jepang adalah research student (mahasiswa peneliti). Untuk mengikuti seleksi beasiswa ini, pelamar harus mengikuti beberapa tes seleksi yang meliputi test tulis dan wawancara. Pengumuman lanjutan akan diberikan setelah pelamar menulis letter of acceptance untuk dikirm ke pihak MEXT.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang juga memberikan kesempatan bagi generasi muda Irak untuk mengikuti pendaftran beasiswa dengan kategori Teacher Training Student (Program Pengajaran). Program ini diperuntukkan bagi para guru Irak untuk belajar guna mengingkatkan kualitas pengajaran mereka nantinya sesuai dengan bidang yang dikuasai. Disini, para guru akan diwajibkan untuk belajar bahsa Jepang sebagai bekal awal mereka dalam pelatihan. Lamaya program pelatihan ini kurang lebih 1 tahun 6 bulan.

Pada program jenjang S1 . para siswa akan belajar di Universitas Jepang sesuai dengan program yang mereka ikuti. Dalam pendidikan bahasa Jepang, para siswa akan mempelajari bahasa dan kebudayaan Jepamng secara mendalam. Pada progam studi teknik dan sekolah keahlian khusus, para siswa akan belajar mengenai suatu keahlian yang dapat mereka gunakan sekembalinya mereka ke Irak.
Hubungan anatara Jepang dan Irak telah terjalin selama 80 tahun. Dari hubungan tersebut telah terbuka banyak kesempatan yang dapat memajukan kesejahteraan antara kedua negara. Melalui program Program Beasiswa Jepang (MEXT), para generasi muda di Irak dapat mendapatkan kesempatan baik untuk belajar dan berkembang menjadi para professional yang dapat memajukan Irak di masa yang akan datang.

Pertemuan Dubes Dan Presiden JICA Membangun Kerjasama
Blog Duta Besar

Pertemuan Dubes Dan Presiden JICA Membangun Kerjasama

Jepang merupakan sebuah negara maju yang berada di kawasan benua Asia. Dimana dalam pelajaran sejarah atau IPS pasti siswa-siswa akan diajarkan mengenai berbagai negara yang memiliki legalitas hukum ekonomi dan juga politik di berbagai negara khususnya Jepang. Tak hanya itu, untuk wilayahnya pun seorang siswa dituntut untuk tahu dan memahami mengenai bagaimana keadaan alam dan juga kependudukan di negara Jepang itu sendiri. Negara maju yang beribu kota di Tokyo dengan bentuk pemerintahan di dalamnya adalah kekaisaran. Yang tentu saja dikepalai oleh seorang kaisar. Adapun negara yang mendapat julukan negara matahari terbit atau negeri Sakura ini, menurut kepercayaan yang turun-temurun kepala negara yang disebut Kaisar merupakan seorang keturunan dari dewa Matahari. Atau disebut dengan dewa Amaterasu.

Banyak sekali bidang yang dibahas antara kedua belah pihak yakni Iraq dan juga Jepang dengan mewakilkan seorang duta yang mewakili aspirasi dari kedua belah pihak tersebut. Dimana pada bulan Juni 2018 tepatnya pada tanggal 6 nanti akan dibahas dan diadakan sebuah pertemuan dari kedua belah pihak yang bersangkutan. Yakni Dubes akan mengadakan sebuah pertemuan dengan Presiden dari Japan International Cooperation Agency atau bisanya disebut dengan JICA. Tepatnya pertemuan ini akan diadakan di Shinich Kitaoka yang merupakan sebuah markas besar yang berada di Tokyo, ibu kota dari Jepang itu sendiri. Kedua belah pihak disini akan membahas mengenai beberapa hal terkait dengan ekonomi dan juga investasi yang ada di negara Irak.

Pertemuan itu sendiri tidak hanya semata-mata dijalankan dalam memenuhi tugas atau sebuah program kerja  saja. Namun tujuannya adalah untuk melakukan pengembangan dan juga melakukan peninjuan kembali semua bantuan-bantuan kemanusiaan yang berasal dari Jepang ke Irak. Jadi tidak semata-mata hanya dilakukan begitu saja tanpa adanya sebuah tujuan yang benar-benar jelas. Dalam kaitannya dengan pertemuan tersebut, juga melakukan sebuah apresiasi dari pemerintahan Irak dan juga pemerintahan Jepang dan menjalin sebuah hubungan kerjasama yang saling menguntungkan untuk memajukan segala aspek dan juga sektor yang bermanfaat di segala bidangnya.

Atas segala pemberian yang diberikan oleh Jepang kepada Irak terutama dalam bidang kemanusiaan memang sangat membantu sekali bagi negara yang dibantunya tersebut. Dengan menjadlin sebuah kerjasama yang saling menguntungkan inilah perlu adanya sebuah apresiasi dan juga umpan balik dari negara untuk membantu segala keperluan-keperluan dari negara yang telah membantunya itu dengan melalui berbagai pertemuan dan pembahsan antara kedua belah pihak melalui kedutaan yang telah diwakilkannya.

Tidak hanya bantuan dalam bidang kemanusiaan saja ternyata. Negara Jepang juga telah memberikan sokongan beberapa jenis proyek yang diberikan kepada Irak yang terbilang cukup setrategis. Dimana dalam pemeberian bantuan yang diberikan Jepang kepada Irak sebelumnya adalah berupa proyek tersebut dapat dikatakan vital dan juga sangat difokuskan pada sebuah proses prekonstruksian dengan dasar kewarganegraan dan juga berdasarkan identitas nasional.

Sehingga hal inilah yang mendorong negara tersebut untuk memberikan bantuan terhadap negara-negara sahabat agar terciptanya sebuah hubungan timbal balik bahu-membahu mengatasi masalah diberbagai sektor yang ada. Bahkan seorang presiden dari JICA tersebut juga mengatakan bahwa Negara Jepang telah menyambut baik atas kembalinya Irak kepada masyarakat Internasional. Dimana beberapa saat waktu terakhir tersebut serangan teroris banyak yang mengancam dan kini telah mengalami pemulihan seperti sedia kala.

Hubungan Persahabatan di Berbagai Sektor Irak-Jepang
Uncategorized

Hubungan Persahabatan di Berbagai Sektor Irak-Jepang

Sebuah keberhasilan negara tidak akan berarti tanpa adanya sebuah dorongan, dukungan dan juga sokongan dari negera-negara sahabat lainnya. Sehingga dalam mewujudkan sebuah impiannya sebuah negara yang ingin membangun semangat rekontruksi pembangunannya baik itu di sektor politik, sektor pembangunan wilayahnya, kemudian sektor yang penting lainnya pastilah tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dari negara lain. Terlebih negara yang sering mendapat julukan negara Matahari Terbit atau disebut juga Negara Sakura. Negara ini telah berhasil membangun sebuah komunikasi hubungan melalui kerjasama dari kedua belah pihak yang dianggap sangat menguntungkan. Jadi, tidak heran jika ada sebuah organisasi yang memang sengaja mewadahinya guna menampung aspirasi dan juga mewakilkan delegasi di setiap pertemuannya untuk membahas berbagai hal terkait dengan pembangunan kerjasama yang bermanfaat.

Kedutaan Besar dari Republik Irak yang menuju ke Tokyo pada waktu lalu, yakni mewakilkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Irak dalam sebuah pertemuannya di negara Jepang. Dimana dalam perwakilan delegasi dengan melibatkan beberapa orang Pria dan juga wanita yang notabene adalah seorang anggota judi bola dari komite rokonstruksi dan juga bidang pelayanan kesehatan yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat di dalamnya. Dalam sebuah kunjungan yang diadakan tersebut, delegasi-delegasi yang teah dikirimkan akan bertemu dan bertatap muka langsung dengan seorang pejabat Jepang yang mana akan diberikan kebebasan untuk mneyatakan pendapatnya, mengutarakan pemikirannya dan juga bertukar pandangan bersama dalam acara tersebut, yang di dalamnya membahas mengenai paritisapi dan juga pengalaman mengenai pengelolaan perusahaan yang ada di Jepang dalam sebuah kampanyenya guna merekonstruksi daerah yang telah berhasil dibebaskan oleh dari organisasi-organisasi teroris Daesh. Adapun sebagai bagiannya, seorang kuasa usaha mengungkapkan dan juga menyatakan bahwa banyak sekali ucapan terima kasih yang mungkin tidak dapat diungkapkan setimpal dengan apa yang telah diperbantukan kepadanya. Yang mana ucapan terima kasih ini ditujukan pada sebuah pihak yang bernama JICA.

Japan International Coorperation AgencyJICA merupakan sebuah wadah organisasi yang memiliki kepanjangan Japan International Coorperation Agency. Yang mana dalam hal ini berkaitan dengan perwujudan untuk pertukaran berbagai pengalaman yang ada dengan mendapat manfaat dari berbagai pengalaman yang telah didapat oleh negara yang memiliki julukan negeri matahari tersebut. Yang mana hal yang terkhusus adalah dalam bidang rekonstruksi negara tersebut yang sangat perlu sekali untuk ditiru dan juga diterapkan oleh negara lain. Khususnya dalam hal ini negara yang menjalin hubungan dengan negara Jepang yakni negara Irak. Kedua belah pihak dari negara tersebut memang terkenal kedekatannya dalam bidan kerjasaman yang sama-sama saling emnguntungkan dan sangat membantu di berbagai sektor-sektor usahanya. Hal ini memang semata-mata tidak hanya sebagai bahan untuk bermain atau mencari popularitas bagi anggapan orang di negara lain. Melainkan adalah sebagai sebuah ajang untuk mncapai sebuah kesepakatan yang terdapat kemitraan yang komprehensif di dalamnya. Terlebih yang sangat perlu digaris bagawahi adalah dalam hal menciptakan suasana yang mendukung dengan pembebasan dari organisasi-organisasi terorisme yang mengancam kejahatan. Sementara hal lain juga ditekankan pada pentingnya Jepang dalam sebuah fase berikutnya. Dan juga menyangkut kesiapan-kesiapan negara Irak dalam hal penyediaan berbagai fasilitas-fasilitas dalam karyanya untuk perusahaan dari negara Jepang itu sendiri. Dan juga hal ini mendorong negara tersebut untuk melakukan kontribusi dalam segala hal yang berkaitan dengan pembangunan rekonstruksi tersebut. Misalnya saja adalah melalui kampanye rekonstruksi.

Kerja Sama dari Kedutaan Besar Jepang untuk Irak
Uncategorized

Kerja Sama dari Kedutaan Besar Jepang untuk Irak

Hubungan antara Irak dan Jepang semakin erat dengan banyaknya kerja sama di antara kedua belah pihak. Ketika Jepang mengalami sebuah masalah, maka Irak akan berada di belakangnya untuk mendukung dan membantu, demikian pula bila Irak sedang mengalami sedikit kesulitan atau ada hal yang memerlukan bantuan, maka Jepang selalu ada dalam menyediakan bantuan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah daerah Irak yang baru saja dibebaskan, Jepang memberikan bantuan yang cukup besar berupa dana total sebesar 6,3 juta USD.

Duta Besar Jepang untuk Irak yang bernama HE Fumiu Iwai, sempat mengatakan bahwa pemberian bantuan ini adalah pemberian di tahun keempat. Sebelumnya, 3 tahun sebelumnya Jepang telah membantu Irak atau Suriah yang bernasib kurang beruntung karena mendapatkan kerentanan terhadap dampak dari ISIL. Bantuan yang diberikan Jepang untuk Irak ini sebagai komitmen khusus dari negara Jepang untuk Republik Irak dalam membantu wilayah yang ada di Irak, khususnya bagi yang memang membutuhkan bantuan secara mendesak dan istimewa. Dalam pembangunan republik Irak, Jepang mendukung penuh dan membantu setiap proses yang membutuhkan bantuan. Negara Jepang telah bertekad sendiri dalam membantu Irak untuk kelangsungan hidup pengungsi-pengungsi yang ada di Irak maupun masyarakat negara Irak yang telah menjadi tuan rumah. Jepang telah membantu Irak dalam rangka mendukung wilayah yang baru dibebaskan dengan memberikan bantuan berupa solusi energi yang begitu inovatif dan juga terbaharukan. Tidak hanya dalam bentuk uang saja, Jepang juga menyumbangkan teknologinya yang begitu inovatif untuk Irak.

Kerja Sama dari Kedutaan Besar Jepang untuk IrakHubungan Jepang dengan Irak selalu diperbaharui dan dieratkan dengan berbagai cara, baik ketika salah satu negara sedang mengalami masalah maupun memang mengadakan pertemuan persahabatan. Harapannya, hubungan bilateral antara kedua belah pihak terus dapat terjalin dengan baik dan erat. Hal ini sebenarnya telah diwujudkan dalam beberapa momen dimana irak maupun Jepang saling membantu satu dengan yang lain. Kedutaan Besar Jepang di Irak pun berpendapat bahwa hubungan antara Jepang dengan Irak terus tersambung dengan baik. Bahkan, ada beberapa komitmen khusus Jepang ke Irak maupun Irak ke Jepang yang memiliki tujuan sama, yaitu mempererat hubungan persaudaraan kedua negara. Masih dalam rangka hal yang sama, Jepang pun bersedia memberikan inovasinya kepada irak berupa barang pengolah limbah padat maupun limbah lainnya. selain memberi bantuan dalam jangka pendek, inovasi ini juga bermanfaat untuk dalam jangka panjang daerah Irak yang baru saja dibebaskan. Baik masyarakat penduduk Irak asli maupun pengungsi, semuanya mendapat dukungan dari Jepang dan Irak pun menyambut dengan hangat setiap kepedulian dari Jepang dan berharap hubungan ini terus meningkat.

Pemerintah Jepang Menyepakati Pasukan Jepang Untuk Melindungi Irak
Uncategorized

Pemerintah Jepang Menyepakati Pasukan Jepang Untuk Melindungi Irak

Hubungan Irak dan Jepang semakin terjalin sangat baik jelas terbukti karena adanya kerja sama Jepang dan Irak mempersetujui rencana untuk menempatkan pasukan Jepang yang berada di Irak . yang bertujuan untuk mewujudkan suatu misi yaitu kemanusiaan dan akan terus berada di negeri itu sebagai bagian dari pasukan multinasional. Denagn keputusan yang di buat oleh kabinet Jepang ini akan ada 500 prajurit Jepang yang akan meneruskan pekerjaan konstruksi mereka di negara Irak Selatan. Di sana mereka tengah melakukan pembangunan sekolah-sekolah serta membantu membangun kembali infrasetuktur, membantu proyek penyediaan air bersih dan memberikan bantuan kemanusiaan lainnya.

sempat keputusan dari pemerintah perdana mentri Junichiro Koizumi tersebut mengundang pro dan kontra di dalam negeri Sakura tersebut. Koizumi menual kritikan sangat tajam dari para anggota parlemen, baik dari partai berkuasa maupun partai oposisi. Mereka memproses Koizumi karena mempersetujui perpanjangan tugas militer pasukan Jepang yang tanpa di adakan depat publik terlebih dahulu. Namun Junichiro Koizzumi berdalih bahwa penyerahan pasukan hanya untuk misi non-tempur dan dibantu oleh dewan keamanan PBB untuk mengadopsi resolusi baru tentang masa depan Irak. Kemudian resolusi itu mengesahkan pasukan multinasional untuk terus berada di Irak guna untuk menjaga keamanan setelah penyerahan kekuasaan.

Jepang telah menyetujui bantuan dana untuk mengatasi masalah kemanusiaan , yang terjadi terorisme pada masa itu, dan kantor kedutaan besar Jepang di Bagdad sepakat memberiakan berpuluh-puluhan yen untuk membangun kembali pembangkit listrik yang berada di daerah yang di kuasai oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dulu dengan pendapatan Irak yang hanya mengandalkan pemasukan dari ekspor minyak anjlok tajam ketika harga minyak mentah dunia turun tiga tahun lalu. Dengan kejadian hal seperti ini negara Jepang sangat perduli dengan Irak serta sangat membantu kesusahan yang di alami oleh negara Irak . dengan bantuan-bantuan yang di berikan jepang hingga saat ini negara Irak dapat membangun kesuksesannya kembali degan hasil minyak mentahnya.

Berahirnya Pasukan Jepang Di Irak
Uncategorized

Berahirnya Pasukan Jepang Di Irak

Pada saat ini Irak telah mampu membangun negaranya secara mandiri sehingga Pemerintah Jepang menilai pemerintah Irak saat ini mampu untuk menyelenggarakan pemerintahanya sendiri sehingga pemerintahan jepang memutuskan untuk menarik pasukan dari Irak. Pernyataan tersebut di kemukakan langsung oleh kedutaan Jepang kepada indonesia pada saat di tanya oleh beberapa wartawan. Sebelumnya Jepang pernah mengirim kan pasukan ke Irak untuk mengatasi permasalahannnya guna untuk meningkatkan kesejahterahannya sehingga Jepang bergabung dengan pasukan internasional selama kurang lebih dua tahun.

Sekarang rakyat Irak telah memiliki pemerintahan seperti polisi dan hukum sendri sehingga berdasarkan kemajuan itu maka pemerintah Jepang memutuskan untuk menarik pasukannya dan selama menjalankan misi dengan Irak mereka tidak menembakkan senjata mereka dan tidak ada korban di pihak mereka. Kemudian misi yang di sepakati oleh negara Iepang dan Irak tersebut yaitu misi kemanusiaan mereka di Irak yang mencakup pembangunan sekolah, jalan 100 kilometer dan pemasangan mesin penyaring air. Dan rombongan terahir pasukan Jepang yang di tarik dari Irak tiba di Kuwait dan akan meninggalkan negara keemiran itu dalam waktu sepekan.

Sedangkan menurut AFP menteri pertahanan jepang yaitu Fukushiro Nukaga menyatakan bahwa sekitar 210 personel pertahanan udara jepang yang tertarik, yang mengangkut barang-barang non-militer ke negara Irak dari pangkalan udara yang berada di Kuwait dan akan tetep tinggal daam waktu tidak terbatas di negara Teluk tersebut. Nukaga mengatakan personel pertahanan udara Jepang akan tetep berada di Kuwait untuk mendukung pasukan multinasional dalam memperbaiki kondisi hidup rakyat Irak. Namun dia menekankan bahwa pasukan pertahanan udara itu akan mengangkut senjata dan amunisi.

Memberikan bantuan kemanusiaan dan melaksanakan pembangunan kembali merupakan tujuan utama pasuka Jepang dan sementara menjaga keamanan merupakan tujuan ke dua. Dan perdana mentri Junichiro Koizumi memerintahkan 600 prajurit Jepang meninggalkan Irak setelah pemerintahannya akan memikul tanggung jawab bagi keamanan provinsi tersebut. Walaupun pasukan Jepang telah meningggalkan irak namum kementrian Jepang masih mengawasi keamanan negara Irak tersebut.

Inilah Beberapa Fungsi Kedutaan Besar Antara Jepang dengan Irak
Uncategorized

Inilah Beberapa Fungsi Kedutaan Besar Antara Jepang dengan Irak

Sebuah negara akan selalu berupaya untuk bekerja sama dengan negara lain. Demikian halnya dengan negara Irak dengan Jepang yang hingga kini semakin memiliki hubungan yang begitu baik. Keduanya selalu mengisi kebutuhan satu dengan yang lain dan melakukan kerja sama dalam berbagai sektor yang bermanfaat untuk keduanya. Contohnya adalah dalam sektor minyak, negara Irak yang merupakan salah satu negara dengan memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, bekerja sama dengan Jepang untuk membantu meningkatkan stabilisasi sektor minyak Irak.

Jepang juga mendukung perkembangan dan pemulihan Irak dari adanya peristiwa penurunan harga minyak yang dialami oleh negara Irak. Jepang berharap, Irak dapat segera menemukan titik terang dan bersedia untuk membantu Irak untuk segala hal yang memungkinkan Jepang untuk berkontribusi kepada Irak. Untuk mempermudah adanya komunikasi antara keduanya dalam beberapa kerja sama, maka keduanya pun memiliki kedutaan besar di lokasi satu dengan yang lain.

Jepang memiliki kedutaan besar yang terletak di Baghdad, Irak. Irak pun memiliki kedutaan besar yang terletak di Tokyo, Jepang. Kedutaan besar ini memiliki peran yang begitu besar untuk kedua negara. Ketika Jepang membutuhkan bantuan maupun komunikasi khusus, maka pemerintah Jepang akan berkomunikasi dengan kedutaan besar Irak yang ada di Tokyo dimana banyak yang bermain untuk hiburannya. Demikian pula jika Irak ingin berkomunikasi secara khusus dengan Jepang, maka bisa melakukannya dengan bertemu kedutaan besar Jepang yang berada di Baghdad.

Selain fungsi komunikasi, kedutaan besar ini juga digunakan untuk menyalurkan bantuan dan kerja sama dari kedua belah negara. Beberapa saat yang lalu ketika Irak menemui kesulitan berupa krisis kemanusiaan karena dampak dari daerah yang baru saja dibebaskan, Jepang memberikan hibah baru kepada Irak dengan melalui kedutaan besar Jepang yang ada di Irak. Jepang memberikan bantuan berupa inovasi pengolahan limbah padat, dan sejumlah biaya untuk memperbaiki gizi, sanitasi, kesehatan, pembangunan infrastruktu, dan beberapa bantuan lain kepada Irak.

Hubungan keduanya berlangsung sangat baik dan keduanya juga saling menjaga komunikasi antara kedua belah pihak. Harapannya, hal ini selalu terjalin dengan baik, sehingga dapat selalu bekerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi Jepang maupun Irak. Tidak hanya sampai pada bantuan yang menguntungkan kedua belah pihak saja, namun keduanya pun menanamkan sikap kepedulian yang begitu tinggi ketika salah satu dari keduanya mengalami musibah. Untuk bencana gempa yang terjadi di Jepang beberapa waktu lalu pun, Irak memberikan bantuan yang dapat meringankan beban pemerintah Jepang. Begitu pula saat Irak mengalami krisis kemanusiaan dan penurunan harga minyak, Jepang selalu mendukung Irak dengan hal-hal positif dan memberikan bantuan yang bermanfaat untuk Irak.

Hubungan Sahabat Irak-Jepang Di Berbagai Sektor Keamanan
Uncategorized

Hubungan Sahabat Irak-Jepang Di Berbagai Sektor Keamanan

Banyak negara-negara yang sengaja membangun sebuah hubungan persahabatan dengan negara yang lainnya. Dimana hal ini dimaksudkan untuk membangun dan memperbaiki berbagai sektor yang ada di dalamnya. Tidak semata-mata hanya untuk membangun sebuah hubungan persahabatan dengan mendongkrak popularitas atau agar terkenal memiliki sebuah hal yang mungkin malah difikirkan menjadi hal yang negatif oleh beberapa orang yang memandangnya.

Padahal pada dasarnya, hubungan yang memang senagaj diciptakan ini adalah sebagai perwujudan dan juga upaya rekonstruksi di negara tersebut, yang nantinya akan berupaya bahu-membahu dan juga saling membantu dengan memberikan kontribusi di satu negara kemudian negara tersebut memberikan bantuan balik kepada negara tersebut. Baik berupa material maupun berupa hal yang lainnya seperti untuk hiburan sehingga akan berdampak baik dan membawa kemanfaatan dari negara tersebut.

Pembangunan memang banyak sekali bidangnya. Seperti delegasi Jepang dan juga delegasi dari Irak yang didalamnya mereka membahas mengenai pembangunan atau rekonstruksi yang dapat membantu keadaan negara-negara tersebut baik menumpas organisasi terorisme maupun dalam har perbantuan sektor ekonomi, politik dan juga permasalahan sosial terkait dengan kemanusiaan.

Negara jepang dan juga Irak memang terkenal memiliki kedekatan yang aktif dan juga memiliki sebuah hubungan yang terkenal eratnya dan juga memberikan kemanfaatannya dengan memberikan berbagai fasilitas yang mampu membantu negara yang membutuhkannya tersebut. Mungkin Anda sudah tahu, adanya sebuah organisasi yang ada diantara hubungan Jepang dan juga Irak. Yang bernama JICA. Dimana organisasi ini adalah kepanjangan dari Japan International Coorporation Assosiation. Yang memiliki sebuah kemanfaatan yakni dalam bidang penampungan berbagai pandangan dan juga pengertian-pengertian serta perbaikan kaitannya dengan kedua belah pihak.

Beberapa waktu yang akan datang akan diciptakan sebuah pertemuan yang mana sudah dirancang dari sekarang yakni untuk bulan Juni tanggal o6 tahun 2018 ini sudah direncanakan untuk pertemuan kedua belah pihak dengan agenda pembahasan mengenai berbagai keluhan dan juga pertukaran pemikiran satu sama lain yang membawa kemanfaatan bagi pribadi-pribadi negara tersebut. Mungkin Anda juga ada yang sudah tahu. Bahwa pada beberapa tahun yang lalu diadakan sebuah pengiriman tentara yang berasal dari Jepang yang memang disengaja untuk diperbantukan tenaga kemanusiaannya di bidang sosial untuk membantu negara Irak yang tengah mendapat bantuan pada waktu tersebut.

Delegasi yang memang sengaja direncanakan itu adalah memlakukan pemeriksaan secara diaik mengenai situasi keamnan-keamanan mengenai keamanan yang ada di Irak. Dimana dalam menanggapi hal ini, negara Jepang sengaja mengirimkan pasukan-pasukan terbaiknya yang berasal dari negara Sakura itu sendiri. Dimana pasukan yang dikirim adalah pasukan dengan Kemampuan Bela-diri yang baik di negara Jepang.

Terdapat perubahan-perubahan kontroversial yang memang terdapat di dalam perundang-undangan salah satunya pada bulan-bulan yang lalu mengenai pembukaan sebuah jalan bagi ibukota Jepang yang bernama Tokyo yakni untuk mengirimkan zona yang telah ditetapkan sebagai zona non-tempur di negara Irak. Akan tetapi dalam kalangannya banyak pengeritik yang mengatakan bahwa penugasan yang diberikan kepada para tentara yang dikirimkan itu terlalu dini dan juga mungkin dianggap dari sebuah sisi yang berbeda bila untuk negara Irak yangmana sudah diketahui sendiri bagaimana situasi dan kondisi dari Irak itu sendiri. Adapun delegasi dari pejabat-pejabat yang memang berdomisili di departemen pertahanan tersebut dan juga negeri Jepang itu sendiri akan mengunjungi negara Inggris terlebih dahulu, Qatar dan berikutnya akan mengunjungi Irak.

Kerja Sama Irak dan Jepang dalam Sektor Minyak
Uncategorized

Kerja Sama Irak dan Jepang dalam Sektor Minyak

Jepang dengan Irak selalu berusaha untuk menjaga stabilitas hubungan di antara keduanya. Hal ini juga diupayakan dengan berbagai bentuk pertemuan antara kedua belah pihak untuk membahas kerja sama yang bisa dilakukan untuk keduanya. Salah satunya adalah pertemuan antara menteri luar negeri Jepang dengan Menteri perminyakan Irak tepatnya di hari rabu pada tanggal 24 Februari lalu. Menteri Minyak Irak, Dr. Adel Abdul-Mahdi mendapat undangan khusus dari menteri Luar Negeri Jepang, Yoji Muto. Pertemuan keduanya untuk memperjelas tujuan bersama kedua belah pihak dalam kerja sama antar keduanya dan juga kepedulian kedua belah negara untuk satu sama lain.

Hasil dari diskusi keduanya adalah bahwa Jepang sangat memperhatikan negara Irak yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, dan stabilisasi Irak dalam menjaga kekayaannya ini sangatlah penting bagi negara Jepang. Harapannya, Jepang dapat terus memberikan dukungan dan bantuan untuk kemajuan sektor minyak di negara Irak. Negara Irak pun juga menyambut dengan hangat pengharapan ini dan berharap pula jepang dengan irak dapat selalu bekerja sama dalam sektor lainnya. Selain itu, keduanya juga sempat membahas adanya perang melawan terorisme yang ada di irak, Jepang sangat menaruh simpati dan bersedia memberikan bantuan untuk negara Irak agar semakin cepat dalam memperbaiki keadaan yang sedang terjadi.

Selain itu keduanya juga berharap dapat membantu perkembangan ekonomi satu dengan yang lain. Tidak hanya ekonomi, namun berbagai permasalahan yang sedang dialami oleh kedua negara. Hal ini diamini oleh perwakilan Jepang maupun Irak, bahwa keduanya sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama dalam bidang apapun untuk menjamin hubungan persaudaraan kedua belah pihak. Untuk penurunan harga minyak yang sedang terjadi di Irak, Jepang mendukung penuh untuk setiap upaya yang akan dilakukan oleh Irak untuk memperbaiki hal ini. Pemerintah Irak pun berharap Jepang dapat membantu Irak dalam memulihkan harga minyak ke arah yang lebih pantas, dan melakukan beberapa pemutusan dan penghubungan kerja sama dengan negara-negara lain yang disesuaikan dengan porsi masing-masing.

Pertemuan ini semakin mempererat hubungan Jepang dengan irak maupun Irak dengan Jepang. Sehingga, Kedutaan besar Irak yang ada di Jepang dan kedutaan besar Jepang yang ada di irak pun juga berupaya untuk saling mengunjungi satu dengan yang lain dalam periode tertentu. Harapannya, kerja sama antara Jepang dengan Irak terus terbentuk dan terjaga keharmonisannya, agar keduanya mendapatkan manfaat yang besar untuk satu dengan yang lain. Hingga kini, sudah banyak bantuan dari masing-masing Irak dan Jepang untuk satu sama lain, agar kesejahteraan keduanya dapat meningkat dengan bantuan dari masing-masing pihak.

Melalui Kedutaan Besar Jepang di Irak, Jepang Memberikan Hibah Baru
Uncategorized

Melalui Kedutaan Besar Jepang di Irak, Jepang Memberikan Hibah Baru

Antara Jepang dengan Irak memang terjalin hubungan yang sangat baik. Sebagai salah satu buktinya, kedutaan besar kedua negara di masing-masing negara tersebut pun benar-benar menjaga setiap hubungan yang sedang terjadi. Salah satunya yang baru saja dilakukan adalah bantuan pemerintah Jepang kepada Irak berupa hibah baru yang belum lama ini ditetapkan. Tepatnya pada tanggal 1 Februari tahun 2018, pemerintah Jepang melalui kedutaan besarnya di Irak telah memutuskan untuk memberikan hibah baru berupa paket bantuan kemanusiaan dan juga untuk stabilisasi keadaan, dengan nilai sekitar 100 juta dolar Amerika Serikat.

Ini dilakukan Jepang dalam rangka mendukung penuh setiap proses stabilisasi yang dilakukan oleh Irak, termasuk baru-baru ini yang sedang terjadi yaitu daerah Irak yang baru saja dibebaskan dari ISIL. Tepatnya di tanggal 9 Desember 2017, Irak telah membebaskan penuh daerahnya dari ISIL. Menanggapi hal ini, Jepang memberikan bantuan yang bertujuan untuk membantu situasi kemanusiaan yang tidak begitu baik. Harapannya, bantuan ini diberikan agar bisa disebarkan secara merata untuk berbagai aspek sekaligus.

Dalam bantuan hibah baru Jepang ke Irak, Jepang berharap agar bantuan ini dapat disalurkan ke masyarakat irak dalam hal ketahanan pangan untuk masyarakat. Hal ini untuk memperbaiki nilai gizi masyarakat irak yang terkena dampak dari daerah yang dibebaskan. Selain ketahanan pangan, lingkungan pun juga turut dijadikan pengharapan Jepang untuk Irak. Dengan adanya bantuan ini, Jepang berharap keadaan air di wilayah setempat dapat terjamin kualitasnya, sehingga masyarakat yang banyak mempunyai hobi ini tidak akan kesulitan dalam mencari air bersih. Sanitasi pun juga mendapatkan perhatian dari pemerintah Jepang.

Dengan baiknya sanitasi, maka kehidupan masyarakat pun bisa meningkat seiring perkembangannya. Sebagai upaya Jepang dalam berkontribusi ke Irak dalam hal perlindungan, bantuan ini juga diberikan untuk berbagai pelatihan dan perlindungan yang dapat ditingkatkan. Demikian pula untuk infrastruktur, Irak akan memperbaikinya dan salah satu sumber pembiayaannya adalah bantuan dari pemerintah Jepang kepada Republik Irak.

Jepang sangat menaruh perhatian kepada Irak, dan untuk saat ini sedang terfokus ke pengungsi internal, pengungsi yang berasal dari Suriah, serta masyarakat yang memang menjadi tuan rumah di Mosul. Irak di tengah pembangunannya pun juga mengapresiasi bantuan dari jepang, dan menganggap ini adalah salah satu upaya Jepang dalam mempererat hubungan persaudaraan keduanya. Demikian pula Irak yang selalu memberikan bantuan dan dukungan kepada Jepang saat negara sakura itu sedang mengalami suatu hal yang memang membutuhkan bantuan dari Republik Irak. Keduanya akan saling membantu dalam hal kebaikan dan menjaga stabilitas hubungan di antara keduanya. Harapannya, hubungan yang baik ini akan selalu berkembang seiring berjalannya waktu.

Pemerintahan Jepang Tolak AS Dan Mempertahankan Irak
Uncategorized

Pemerintahan Jepang Tolak AS Dan Mempertahankan Irak

Negara yang terletak di kawasan Timur Tengah atau juga yang dapat di kenal sebagai kawasan di Asia Barat ini yang di lalui oleh dua sungai utama yaitu Tigris dan Eufrat. Atau juga yang di kenal dengan sebutan negara Irak. Negara Irak ini memiliki peran dalam kedutaan besar di suatu wilayah-wilayah tertentu terutama di jepang. Namun beberapa waktu lalu kedutaan besar Irak sempat akan di tutup oleh Amerika Serikat dengan ber alasan keamanan. Namun pihak pemerintahan jepang sangat menentang apabila kedutaan Irak di tutup karena alasan takutnya terjadi keributan yang mungkin akan terjadi, dan Untuk mempertahankan hubungan diplomatik kedua negara, Jepang menolak pemermintaan Amerika Serikat untuk menutup kedutaan besar Irak. Karena pemerintahan Jepang menilai bahwa kedutaan Irak dapat di butuhkan untuk mempertahankan hubungan diplomatik kedua negara.

Pemerintah Jepang mempelajari permintaan ini dengan persepektifnya sendiri. Kemudian pihak dari Amerika Serikat membatalkan dan memutuskan untuk tidak menutup kedutaan Irak tersebut.karena di anggap tidak meguntungkan bagi diplomasi. Sedangkan saat ini kedutaan besar Jepang di Irak di tutup karena akibat dari agensi militer Amerika dan oleh sebab itu para pejabat pemerintah Jepang menghawatirkan bahwa menutup apabila dilakukan penutupan duta atau kantor diplomasi Irak di Tokyo akan mengakibatkan pusutnya hubungan komunikasi langsung dengan negeri Seribu Satu Malam ini mengenai warga negara Jepang di Irak tersebut.

Menurut kementrian Jepang banyak jurnalis dari Irak yang saat ini berada di Jepang dan hampir seperempat bagian penduduk yang berada di Irak bekerja di Jepang sebagai jurnalis dan begitu bahkan menurut pejabat pers kementrian luar negeri Jepang seperti Hatsushita Takashima, Amerika meminta kepemerintahan Jepang untuk menutup kedutaan besar Irak pada pekan lalu, sedangkan Jepang tetep kekeh untuk mempertahankan kedutaan Irak tersebut dan hingga dilakukan debat oleh berbagai kepemerintahan Amerika Serikat dan menjelaskan bahwa kedutaan Irak dapat dan mampu mengelolah serta pemerintah Jepang mengatakan bahwa mereka memiliki penilaian tersendiri terhadap kedutaan besar irak.

Membangun Pipa Gas Di Kuwait Irak Di Bantu Jepang
Uncategorized

Membangun Pipa Gas Di Kuwait Irak Di Bantu Jepang

Irak terkenal dengan banyak permasalahan terutama kejadian-kejadian seperti bencana serta terorisme yang terjadi di irak mampu membuat warga irak mengalami krisis moneter namun beberapa waktu ini Irak dapat membantu meningkatkan pendapatan pemerintah dengan produksi minyak mentah yang memcapai rekor tertinggi dan bahkan dapat melampawi tetangganya yaitu Iran. Pemicunya, pada investasinya yang terus berlanjut di Baghdad ini serta sansi ekonomi barat terhadap teheran. Kemudian Irak mampu memproduksi minyak mentah mencapai 3,2 juta barel per hari.

Hal ini membuat irak memjadi produsen terbesar kedua dalam negara-negara pengekspor minyak dan organization of the petroleum exporting contriec atau bisa di sebut juga dengan (OPEC). Yang di lansir oleh pihak AFP. Kemudian pada saat barat memberlakukan pengetatan sangsi ekonomi pada sektor perminyakan di Iran,saat ini tengah berupaya secara dramastis untuk menaikkan produksi dan ekspor minyak. OPEC Saat ini menunjukkan pada bulan lalu mencapai 3,079 juta barel per hari lebih tinggi dibandingkan dengan iran yang hanya 2,817 juta barel per hari.

Pendapatan besar yang sangat melonjak yang terjadi di irak di capai setelah produksi minyak dalam negerinya itu karena bertambah pada ahir-ahir ini. Karena persenjangan tersebut maka kemungkinan akan dapat memperluas perbedaan peningkatan produksi minyak mentah di irak akan lebih lanjut pada tahun-tahun mendatang. Kemudian dengan memperbanyak kontrak kepada perusahaan-perusahan energi asing untuk mengekstrasi minyak mentah sehingga dapat meningkatkan produksinya. Mentri perminyaan Irak yaitu Abdelkarim Alluaybi mengatakan, bahwa Baghdad merencanakan meningkatkan produksi minyak mentah tersebut menjadi 3,4 juta barel per hari dan akan meng ekspor sebesar 2,6 juta barel per hari.

Kemudian menurut agen saat ini Negara Irak memiliki cadangan minyak mentah sebesar 143,1 miliar barel serta 3,2 triliun meter kubik gas, di mana keduanya termasuk yang paling tertinggi di dunia. Lembaga tersebut menambahkan, meskipun perlahan, produksi minyak di 1001 malam naik sejak ahir masa perang sejalan dengan banyaknya kerjasama antara pemerintahan irak dengan mitranya Exxoon, Mobil dan Chevron.

Produksi Minyak Irak Mencapai 3,2 Barel Per Hari
Uncategorized

Produksi Minyak Irak Mencapai 3,2 Barel Per Hari

Siapa sih yang tidak tahu Negara satu ini yaitu Negara Republik Irak yaitu Negara yang berada di timur tengah atau asia barat daya, yang meliputi sebagian besar daerah mesopotamia serta ujung barat laut dari penggunaan Zakros dan bagian timur dari Gurun Suriah. Dan Negara Republik Irak berencana membangun membangun pipa gas untuk Kuwait dan pabrik prokimia terkait di Baghdad. Dan di usuli oleh Toyo untuk membangun pipa gas. Kemudian berencana mulai pengiriman akan di lakuakan pada tahun 2019 .

Lalu Yang dimana pekerjanya akan di pegang langsung dari Japan Toyo atau yang terkenal dengan Negara dengan sebutan Sakura tersebut. Seseorag pejabat keuangan utama yang berada di Toyo, Kensuke Wake, mengatakan kepada Reuters bahwa bicara tentang pipa dan pabrik petrokimia sedang berlangsung ,namun keputusan akhir belum di putuskan. Tujuan Irak membangun pipa gas untuk kuwait dan pabrik prokimia tersebut, karena hal ini di yakini untuk membantu mengurangi kerugian serta melunasi hutang reparasi untuk investasi dari tetangga mereka, sekaligus untuk membantu membayar Baghdad sekitar USD4,6 Miliar.

Pembangunan atau pembuatan pipa gas ini di bangun atau belum di laporkan sebelumnya. Karena hal ini kemungkinan Kawit membangun diversifikasi inpor gas di tengah krisisnya politik yang di alami oleh beberapa negara-negara teluk yang akan menjadi pemasukan utama bagi Qatar. Ditambahkan pula bahwa ini juga terkait dengan Royal Shell belanda atau RDSA yang bertujuan untuk memjadi pemain dominan gas yang ada di negara Irak tersebut. Irak sebelum berhubungan dengan Bahgdad memburuk seiring keluarnya sheell dari proyek-proyek besar minyak.

Dan seseorang yang bekerja di industri di proyek tersebut berkata bahwa irak melakukan ini karena untuk mengurangi kerugian-kerugian di belakangan semua taget dan telah berjanji kepada bank dunia. Dan irak melakukan serta membangun proyek pipa gas ini adalah salah satu cara untuk membuat suatu perbaikan yang cepat dan cara yana mudah untuk menguangkan sumber daya gas tersebut.