Peninjauan Menteri Luar Negeri Jepang Ke Irak untuk Mengecek GSDF

Peninjauan Menteri Luar Negeri Jepang Ke Irak untuk Mengecek GSDF

Peninjauan Menteri Luar Negeri Jepang Ke Irak untuk Mengecek GSDF – ASDF pada awalnya didirikan hanya untuk mendukung gerakan dari GSDF yang ada di Samawa. Ternyata, ASDF ini pada tahun-tahun berikutnya malah digunakan untuk mengangkut orang-orang Amerika Serikat secara diam-diaman. Pada akhirnya, GSDF ini berhenti karena ditarik dari misinya maka dari itu menyebabkan sebuah diskusi yang serius dimana ada kerjaan tambahan mengenai transportasi untuk Irak dan dilakukan oleh PBB juga. Maka dari itu, meletuslah pada 30 Agustus 2006 dimana PBB ini melakukan sebuah penanda tanganan untuk perjanjian formal dengan pemerintahan Jepang. Dimana, perjanjian tersebut memiliki tujuan untuk meluaskan sebuah jangkauan penerbangan dari Bagdhad menuju Arbil, Irak bagian utara. Maka dari itu, dari sudut pandang sebenarnya ASDF ini merupakan salah satu kunci utama untuk kebijakan pemerintah Jepang di wilayah Irak.

Membahas mengenai ASDF, ada hal yang lebih ditakutkan lagi yaitu MSDF (Maritime Self-Defense Forces) di dalam pengoprasian perang Irak. Pada saat itu, basis dari MSDF ini ada di wilayah Samudra Hindia untuk melakukan keseluruhan kegiatan. Selain itu, keterbatasan untuk operasi perang ini terlihat jelas maka dari itu adanya dukungan dari PBB Afghanistan ini sangatlah membantu. Pada tahun 2007, adanya tuduhan untuk Jepang bahwasannya mereka melakukan operasi dari MSDF ini merupakan salah satu bentuk dukungan untuk AS yang berada di Irak tetapi hal tersebut masihlah tuduhan jika memang benar dilakukan maka hal tersebut sudah menyalahi undang-undang penyebaran Jepang.

Membahas mengenai ASDF dan juga MSDF ini, sebenarnya kehadiran keduanya ini mampu untuk memenuhi segala hal mengenai AS yang memang adanya kehadiran dari Jepang di Irak. Mengenai hal ini, sebenarnya hubungan bilateral dari negara Jepang dan Irak perlu lagi menjadi sebuah renungan tersendiri. Sebelum hal itu terjadi, sebenarnya pada 3 Agustus 2006 GSDF telah ditarik dan keluar dari Irak menyebabkan menteri luar negeri Jepang muncul di Irak yang tidak diumumkan secara publik. Hal ini mereka tunjukkan untuk menunjukkan sebuah komitmen yang baik terhadap Irak. Maksud dari kedatangan Jepang terhadap Irak pada saat itu ingin menyatakan perluasan terhadap jangkauan dari Jepang dan Irak di masa yang akan datang menuju tahapan yang baru setelah adanya penarikan GSDF. Selain itu, Jepang bermaksud untuk memperkuatkan politik dan perekonomian hubungan bilateral. Semua ini terjadi keterkaitan dari negara Jepang yang ingin mempertahankan kerja sama antara agen judi online di bidang perjudian dan perminyakan dengan Irak. Mengapa dalam bidang perminyakan? Karena, hal ini merupakan salah satu bentuk Jepang yang mendukung kebijakan dari AS.

Setelah mengetahui segala hal mengenai Jepang dan Irak, dimana ada ASDF, GSDF, dan MSDF yang Jepang dirikan dan memang berada di wilayah Irak. Semua hal tersebut memang berkaitan satu sama lain dimana Jepang mendukung kebijakan dari AS dan berusaha mempertahankan hubungan bilateral dengan Irak.

Uncategorized

Kerja Sama Jepang Dengan Irak yang Begitu Erat

Baiknya kerja sama antara irak dengan Jepang memang sudah tidak diragukan lagi. Dari kedua belah pihak negara selalu ada untuk satu dengan yang lain. Hal ini ditunjukkan ketika Jepang sedang mengalami bencana, maka Irak akan selalu berusaha untuk memberikan bantuan yang bermanfaat untuk Jepang. Demikian pula ketika Irak sedang mengalami kesulitan maka Jepang akan selalu berupaya untuk membantu dan mendukung penuh negara Irak. Contohnya adalah di tahun 2011, Irak pernah mengadakan konser amal untuk bencana yang sedang terjadi di Jepang.

Jepang pun memberikan hibah khusus bagi Irak saat mengalami krisis kemanusiaan karena dampak dari pasca pembebasan daerah baru. Hubungan keduanya pun tidak hanya sebatas pada hubungan baik antara bilateral saja, namun Irak dan Jepang juga bersama-sama dalam membantu negara lain yang juga membutuhkan bantuan. Salah satunya adalah negara Kuwait yang sedang membangun pipa gas, Irak pun membantu dengan bekerja bersama dengan Jepang. Irak memberi bantuan berupa pemberian tenaga ahli dari yang sesuai dengan bidangnya untuk melancarkan proses pembangunan pipa gas ini.

Pembangunan pipa gas ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk pembangunan infrastruktur negara Kuwait, yang bertujuan untuk mengembangkan inovasi dari negara Kuwait dalam bidang teknologi. Jepang yang sudah terkenal dengan kemampuan inovasinya pun bersedia untuk diminta Irak dalam bekerja sama membantu pembuatan pipa gas ini. Jasa yang dipergunakan irak tepatnya adalah jasa yang bernama Japan Toyo Engineering. Dari namanya saja sudah dapat dipastikan bahwa tenaga Jepang ini merupakan tenaga kerja yang memang menaruh fokus pada teknologi. Sehingga, harapannya pembangunan pipa di Kuwait ini semakin cepat dapat terselesaikan dan berhasil membangun pipa gas yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.

Hubungan baik antara Jepang dengan Irak sebenarnya tidak hanya dalam hal ini saja. Beberapa saat yang lalu, Jepang memberikan bantuan kepada Irak melalui inovasi untuk mengolah limbah padat. Selain itu, irak pun juga kerap mengadakan kunjungan ke Jepang untuk mempererat hubungan persaudaraan antar keduanya. Hubungan bilateral Jepang dengan irak semakin erat seiring dengan berkembangnya waktu. Baik dalam hal keuangan maupun perkembangan, keduanya saling berharap untuk dapat berkontribusi satu dengan yang lain.

Hingga saat ini, Jepang masih terus memberikan bantuan untuk Irak terkait dengan krisis kemanusiaan yang sedang terjadi sepertinya banyaknya hiburan ilegal lainnya disana, sebagai bentuk dari kepedulian Jepang terhadap negara persahabatan ini. Harapannya, hubungan baik antara Irak dengan Jepang semakin bertambah erat untuk masa-masa yang akan datang dan dapat selalu mengisi satu dengan yang lain. Hal ini juga diharapkan baik oleh negara Irak kepada Jepang maupun negara Jepang kepada Irak.