Pertemuan Dubes Dan Presiden JICA Membangun Kerjasama

Jepang merupakan sebuah negara maju yang berada di kawasan benua Asia. Dimana dalam pelajaran sejarah atau IPS pasti siswa-siswa akan diajarkan mengenai berbagai negara yang memiliki legalitas hukum ekonomi dan juga politik di berbagai negara khususnya Jepang. Tak hanya itu, untuk wilayahnya pun seorang siswa dituntut untuk tahu dan memahami mengenai bagaimana keadaan alam dan juga kependudukan di negara Jepang itu sendiri. Negara maju yang beribu kota di Tokyo dengan bentuk pemerintahan di dalamnya adalah kekaisaran. Yang tentu saja dikepalai oleh seorang kaisar. Adapun negara yang mendapat julukan negara matahari terbit atau negeri Sakura ini, menurut kepercayaan yang turun-temurun kepala negara yang disebut Kaisar merupakan seorang keturunan dari dewa Matahari. Atau disebut dengan dewa Amaterasu.

Banyak sekali bidang yang dibahas antara kedua belah pihak yakni Iraq dan juga Jepang dengan mewakilkan seorang duta yang mewakili aspirasi dari kedua belah pihak tersebut. Dimana pada bulan Juni 2018 tepatnya pada tanggal 6 nanti akan dibahas dan diadakan sebuah pertemuan dari kedua belah pihak yang bersangkutan. Yakni Dubes akan mengadakan sebuah pertemuan dengan Presiden dari Japan International Cooperation Agency atau bisanya disebut dengan JICA. Tepatnya pertemuan ini akan diadakan di Shinich Kitaoka yang merupakan sebuah markas besar yang berada di Tokyo, ibu kota dari Jepang itu sendiri. Kedua belah pihak disini akan membahas mengenai beberapa hal terkait dengan ekonomi dan juga investasi yang ada di negara Irak.

Pertemuan itu sendiri tidak hanya semata-mata dijalankan dalam memenuhi tugas atau sebuah program kerja  saja. Namun tujuannya adalah untuk melakukan pengembangan dan juga melakukan peninjuan kembali semua bantuan-bantuan kemanusiaan yang berasal dari Jepang ke Irak. Jadi tidak semata-mata hanya dilakukan begitu saja tanpa adanya sebuah tujuan yang benar-benar jelas. Dalam kaitannya dengan pertemuan tersebut, juga melakukan sebuah apresiasi dari pemerintahan Irak dan juga pemerintahan Jepang dan menjalin sebuah hubungan kerjasama yang saling menguntungkan untuk memajukan segala aspek dan juga sektor yang bermanfaat di segala bidangnya.

Atas segala pemberian yang diberikan oleh Jepang kepada Irak terutama dalam bidang kemanusiaan memang sangat membantu sekali bagi negara yang dibantunya tersebut. Dengan menjadlin sebuah kerjasama yang saling menguntungkan inilah perlu adanya sebuah apresiasi dan juga umpan balik dari negara untuk membantu segala keperluan-keperluan dari negara yang telah membantunya itu dengan melalui berbagai pertemuan dan pembahsan antara kedua belah pihak melalui kedutaan yang telah diwakilkannya.

Tidak hanya bantuan dalam bidang kemanusiaan saja ternyata. Negara Jepang juga telah memberikan sokongan beberapa jenis proyek yang diberikan kepada Irak yang terbilang cukup setrategis. Dimana dalam pemeberian bantuan yang diberikan Jepang kepada Irak sebelumnya adalah berupa proyek tersebut dapat dikatakan vital dan juga sangat difokuskan pada sebuah proses prekonstruksian dengan dasar kewarganegraan dan juga berdasarkan identitas nasional.

Sehingga hal inilah yang mendorong negara tersebut untuk memberikan bantuan terhadap negara-negara sahabat agar terciptanya sebuah hubungan timbal balik bahu-membahu mengatasi masalah diberbagai sektor yang ada. Bahkan seorang presiden dari JICA tersebut juga mengatakan bahwa Negara Jepang telah menyambut baik atas kembalinya Irak kepada masyarakat Internasional. Dimana beberapa saat waktu terakhir tersebut serangan teroris banyak yang mengancam dan kini telah mengalami pemulihan seperti sedia kala.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *